lognews.co.id, Indonesia – Jika Anda menelusuri kata “PKBM” di mesin pencari, Anda akan dengan mudah menemukan kabar yang menyedihkan: data warga belajar fiktif, kegiatan belajar yang tak pernah ada, bahkan praktik manipulatif yang berujung di meja hijau. Salah satu kasus terbaru mencuat pada Maret 2025 di Serang, Banten. PKBM dijadikan alat untuk menyedot anggaran negara secara tidak sah. Satu kata untuk semua ini: *miris* . Namun, di tengah kabut kecurangan, ada titik cahaya. Adalah PKBM Al-Zaytun yang dengan teguh menjaga integritas. Sejak awal, lembaga ini tidak pernah hanya sekadar mengejar angka atau ijazah, melainkan membawa misi luhur: menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian dan penyebaran nilai-nilai toleransi serta perdamaian. Kepala Dinas Pendidikan Indramayu pun, Kamis, 8/5/2025 lalu menggelar pembinaan terhadap seluruh PKBM di wilayahnya—mengajak para kepala lembaga dan operator untuk menegakkan nilai integritas. “Jangan tergoda untuk memanipulasi,” demikian pesannya. Bagi Al-Zaytun, pesan ini bukan hal baru. PKBM ini lahir dari visi besar Mahad Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian. Syaykh Panji Gumilang bahkan telah menegaskan, tidak boleh ada satu pun anggota keluarga besar Al-Zaytun yang tidak berpendidikan. Minimal hingga jenjang SLTA, dan kini didorong hingga wajib belajar 15 tahun. Dengan semangat itu, PKBM Al-Zaytun menyisir siapa pun di lingkungan civitas yang belum menyelesaikan pendidikan. Bukan hanya itu, mereka juga mengajak warga sekitar untuk ikut belajar. Hasilnya sangat menggembirakan, lebih dari 1.500 lulusan Paket C, hampir 100 alumni meraih gelar S1, dan sejumlah lainnya kini menempuh pendidikan S2 bahkan S3. Sistem pembelajarannya pun terstruktur dan akuntabel. Bagi yang tinggal di sekitar kampus, pembelajaran dilakukan onsite dari Rabu hingga Sabtu. Sedangkan yang jauh, belajar melalui sistem modul dengan pembelajaran online ataw mix, setiap Warga Belajar membuat portofolio belajar yang dikirim ke kantor PKBM sebagai bahan penilaian. Setiap kegiatan belajar didokumentasikan secara detail, dari laporan tutor, daftar hadir, hingga dokumentasi foto. Begitu juga dengan pelaksanaan ujian yang terekam rapi dan terdokumentasi dalam bundel laporan lengkap. Prinsip yang ditanamkan kepada seluruh warga belajar pun sangat mendalam: belajar adalah kewajiban, ijazah hanyalah bonus. Sebuah nilai luhur yang senada dengan sabda Nabi: “Menuntut ilmu itu wajib dari buaian hingga liang lahat.” Hartono, S.Pd., lulusan PGMI IAI Al-Zaytun yang kini kuliah S2 di UIN Syaifuddin Zuhri Purwokerto, menyebut mengajar sebagai bentuk rasa syukur. Suwandi, S.Pd., mahasiswa S2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengungkapkan bahwa pengabdiannya adalah bentuk syukur karena berhasil mengangkat derajat hidup lewat pendidikan. Kasno, lulusan S2 UGJ bidang pertanian, yang memulai dari Paket A sampai lulus Magister Pertanian dan hingga kini menempuh S3. Ia membuktikan bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar. Selain itu Joko, S.H., alumni PKBM Al-Zaytun yang menamatkan S1 Hukum Ekonomi Syariah di IAI Al-Zaytun dan kini tengah menyelesaikan S2 jurusan Hukum di UGJ. Joko adalah seorang lawyer aktif yang menangani berbagai kasus hukum. “Kita harus bangga sebagai alumni PKBM. Kita buktikan bahwa lulusan PKBM bisa bersaing dengan siapa pun, bahkan menyelesaikan perkara hukum secara profesional dan bermartabat,” tegasnya. Menjalankan PKBM, menurut Kepala PKBM Al-Zaytun yang juga dosen di IAI Al-Zaytun, memang harus dengan hati. “Kalau niat lurus, tak akan ada ruang untuk manipulasi,” ujarnya. Terlebih, keberadaan PKBM menjadi sangat strategis dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang salah satu indikatornya adalah rata-rata lama sekolah usia 25 tahun ke atas. Ali Aminulloh, Kepala PKBM Al Zaytun, mengingatkan kepada para tutor, “Rawat niat suci dalam menjalankan tugas ini. Karena ini tugas mulia, dan pantas dijalani dengan penuh cinta.” (Ali Aminulloh) sumber : https://lognews.co.id/component/content/article/121-pendidikan/4700-pkbm-al-zaytun-menapaki-jalan-pendidikan-bermartabat-di-tengah-ujian-integritas-2?Itemid=554
PKBM Al-Zaytun Siap Gelar UPK: Kepala PKBM Ajak Tutor Wujudkan Pendidikan Bermartabat
lognews.co.id, Indramayu — PKBM Al-Zaytun terus menunjukkan keseriusannya dalam mencerdaskan bangsa. Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK), PKBM Al-Zaytun menggelar rapat koordinasi tutor pada Jumat malam, 9 Mei 2025, bertempat di lantai 2 Gedung Abu Bakar, Kampus Al-Zaytun. Rapat yang dimulai pukul 19.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Kepala PKBM Al-Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., ME, dan diikuti oleh 18 tutor dari program Paket A dan B. Bertindak sebagai notulis, Sahrul Abadi Haryanta, S.Pd. Agenda utama rapat adalah mematangkan berbagai aspek teknis dan administratif jelang pelaksanaan UPK yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Mei 2025 di Gedung Bazaar Al-Zaytun. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain finalisasi soal ujian, penyusunan daftar hadir, daftar nilai, serta berita acara pelaksanaan ujian. Yang menarik, pada hari terakhir pelaksanaan UPK, sejumlah pejabat penting dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dijadwalkan hadir untuk memantau langsung proses ujian. Mereka adalah Kepala Dinas, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., Kabid PNF Emilia Kusnandar, S.Pd., M.M., serta staf lainnya. Dalam arahannya, Ali Aminulloh menekankan pentingnya menyelenggarakan UPK sesuai standar yang ditetapkan. Ia menegaskan bahwa ujian ini bukan sekadar penilaian angka, namun lebih sebagai momen evaluasi capaian pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. “UPK ini bukan hanya tentang nilai. Ini adalah cermin dari proses pembelajaran yang telah berlangsung. Mari kita jaga martabat pendidikan yang kita kelola,” tegasnya. Di akhir rapat, Kepala PKBM menyerukan komitmen bersama para tutor untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermartabat dan berkualitas. Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi PKBM terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak bisa dianggap remeh. “PKBM tidak bisa dipandang sebelah mata. Kita semua telah berkontribusi nyata dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa. Para tutor harus bangga, karena apa yang kalian lakukan adalah bagian penting dari pembangunan negeri,” pungkasnya penuh semangat. (Ali Aminulloh) sumber : https://lognews.co.id/component/content/article/121-pendidikan/4692-pkbm-al-zaytun-siap-gelar-upk-kepala-pkbm-ajak-tutor-wujudkan-pendidikan-bermartabat?Itemid=554
Jangan Main-Main dengan Data! Dinas Pendidikan Indramayu Gebrak PKBM Soal Data WB, E-Ijazah dan Coretax
INDRAMAYU – Langkah tegas diambil Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu dalam memperkuat integritas pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sebanyak 84 kepala dan operator PKBM se-Kabupaten Indramayu dikumpulkan dalam kegiatan pembinaan intensif yang berfokus pada pemahaman regulasi, validitas data, implementasi e-ijazah, hingga transisi ke pajak digital. Acara yang berlangsung Kamis (8/5/2025) di Aula Bank BJB Indramayu ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, termasuk Kabid PNF Emilia Kusnandar, S.Pd. M.M Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Atun Tunirah, M.Pd. Ketua Forum PKBM Indramayu Nana Rusmana Wijaya, M.Pd.Gr. Staf Dinas Pendidikan Hery Haryono, SH serta perwakilan dari Dinas Perpajakan. PKBM Al Zaytun turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, diwakili langsung oleh Kepala PKBM Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E., dan Operator Sekolah Abdul Karim, S.Mn., M.Pd. Regulasi Harga Mati, Data “Sampah” Haram di Dapodik Dalam sambutannya yang penuh penekanan, Emilia Kusnandar menggarisbawahi bahwa regulasi adalah fondasi utama bagi setiap tindakan pengelola PKBM. Ia mengingatkan agar pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket A dan B wajib mengikuti prosedur dan jadwal yang ditetapkan serta dilaporkan secara berkala. Pesan keras juga disampaikan Emilia, mewakili Kepala Disdik Indramayu Dr. H. Caridin. S.Pd. M.Si. Poin utama yang ditekankan adalah pentingnya validitas data dalam Dapodik. “Jangan pernah memasukkan data yang tidak valid (sampah) ke dalam Dapodik!” tegasnya. Selain itu, penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana BOSP dan BOPD serta kewajiban pembayaran pajak juga menjadi sorotan utama. Emilia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan harus berlandaskan regulasi yang berlaku dan data siswa (eviden) harus lengkap serta siap dihadirkan kapan saja. Lebih lanjut, Emilia mengungkapkan langkah penataan lembaga PKBM, di mana dua PKBM telah ditutup dan satu lainnya dimerger. Ia juga mewajibkan pengelola PKBM untuk segera mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online melalui Mal Pelayanan Publik (MPP). Era Pajak Digital Dimulai, PKBM Wajib Melek Coretax Sesi berikutnya menghadirkan petugas pajak, Mas Vino, yang memberikan sosialisasi mengenai mekanisme perpajakan digital melalui aplikasi Coretax yang akan diterapkan mulai tahun 2025. Penjelasan detail meliputi pembuatan akun bagi PKBM yang belum memiliki NPWP, aktivasi dan penautan akun bagi yang sudah ada, panduan pembuatan billing dan pembayaran pajak, hingga penyusunan laporan SPT bulanan dan tahunan. E-Ijazah: Transparansi dan Ketertiban Jadi Prioritas Hery Haryono, S.H., memaparkan secara komprehensif tahapan pengelolaan manajemen e-ijazah. Proses yang transparan dan tertib menjadi kunci, dimulai dari penerbitan Daftar Nominasi Sementara (DNS) dengan validasi data siswa residu, pengunggahan SK penetapan kelulusan dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), penerbitan Daftar Nominasi Tetap (DNT) oleh dinas beserta nomor ijazah, pencetakan ijazah oleh satuan pendidikan, hingga penyerahan ijazah kepada siswa. Ketua Forum PKBM Beri Peringatan Keras: Data Fiktif Bisa Berujung Bui! Penegasan paling keras datang dari Ketua Forum PKBM Indramayu, Nana Rusmana Wijaya. Ia mewanti-wanti seluruh PKBM untuk tidak sekali-kali memasukkan data siswa fiktif. “Ini adalah pelanggaran berat yang bisa berujung pada urusan hukum,” tegasnya. Nana menambahkan bahwa Forum Komunikasi PKBM Jawa Barat akan membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk membantu PKBM dalam menghadapi masalah hukum. Namun, ia kembali menegaskan tidak ada toleransi bagi pemalsuan data atau pengisian data siswa fiktif. Residu Data Jadi Momok, Komitmen Integritas Dikukuhkan Sesi dialog interaktif menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi kendala di lapangan. Isu residu data siswa menjadi sorotan utama, menghambat proses penerbitan ijazah. Hal ini mendorong pentingnya ketelitian dalam penginputan data yang harus sesuai dengan data kependudukan resmi agar terintegrasi dengan sistem Disdukcapil. Sebagai penutup, seluruh kepala PKBM yang hadir mengikrarkan komitmen bersama untuk menyelenggarakan pendidikan dengan penuh integritas, tanpa manipulasi data, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dipimpin langsung oleh Kabid PNF. (Penulis: Ali Aminulloh) sumber : https://analisnews.co.id/arsip/367323/jangan-main-main-dengan-data-dinas-pendidikan-indramayu-gebrak-pkbm-soal-data-wb-e-ijazah-dan-coretax/#google_vignette
Tegaskan Integritas dan Regulasi, Dinas Pendidikan Indramayu Gelar Pembinaan Kepala dan Operator PKBM
lognews.co.id, Indramayu dalam upaya meningkatkan kompetensi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta memberikan pemahaman teknis tentang aplikasi e-ijazah, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan pembinaan untuk kepala dan operator PKBM se-Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Mei 2025, bertempat di Aula Bank BJB Indramayu, dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dan diikuti oleh 84 peserta dari berbagai PKBM. PKBM Al Zaytun turut hadir dalam kegiatan ini dengan diwakili oleh Kepala PKBM Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., M.E., dan Operator Sekolah Abdul Karim, S.Mn., M.Pd. Para narasumber yang hadir dalam pembinaan ini antara lain: Emilia Kusnandar, S.Pd., M.M. (Kabid PNF), Atun Tunirah, M.Pd. (Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter), Nana Rusmana Wijaya, M.Pd.Gr (Ketua Forum PKBM Indramayu), Hery Haryono, S.H. (Staf Dinas Pendidikan), serta Petugas dari Dinas Perpajakan. Regulasi Adalah Kunci, Data Harus Valid Dalam sambutannya, Emilia Kusnandar menekankan pentingnya regulasi sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan oleh pengelola PKBM. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) paket A dan B harus mengikuti prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan serta dilaporkan melalui forum kepada dinas. Emilia juga menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pendidikan, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., yang menyoroti pentingnya validitas data di Dapodik. Ia menegaskan: 1. Jangan pernah memasukkan data yang tidak valid (sampah) ke dalam Dapodik. 2. SPJ untuk setiap dana BOSP dan BOPD yang telah cair harus segera disusun dan dibayarkan pajaknya 3. Setiap keputusan harus berdasarkan regulasi yang berlaku. 4. Data murid (eviden) harus lengkap dan dapat dihadirkan kapan saja. Emilia juga menyampaikan informasi penting terkait penataan lembaga PKBM, bahwa dua PKBM telah ditutup dan satu lainnya dilakukan merger. Selain itu, ia menegaskan bahwa Nomor Induk Berusaha (NIB) harus segera di-online-kan, dengan proses perizinan dilakukan di Mal Pelayanan Publik (MPP). Pajak Digital Lewat Coretax Mulai 2025 Petugas pajak, Mas Vino, memaparkan mekanisme perpajakan yang akan berlaku mulai tahun 2025 melalui aplikasi Coretax. Ia menjelaskan: 1. Pembuatan akun bagi PKBM yang belum memiliki NPWP lembaga. 2. Pengaktifan dan penautan akun untuk PKBM yang sudah memiliki NPWP. 3. Panduan pembuatan billing dan pembayaran pajak. 4. Penjelasan penyusunan laporan SPT pajak bulanan dan tahunan. Mekanisme e-Ijazah Harus Transparan dan Tertib Hery Haryono, S.H. memaparkan secara rinci tahapan pengelolaan manajemen e-ijazah: a. Penerbitan DNS dengan memvalidasi warga belajar yang masih residu. b. Pengunggahan SK penetapan kelulusan dan SPTJM. c. Penerbitan DNT oleh dinas beserta nomor ijazah. d. Pencetakan ijazah oleh satuan pendidikan. e. Penyerahan ijazah kepada warga belajar. Data Fiktif Adalah Pelanggaran Berat Nana Rusmana Wijaya, M.Pd.Gr., Ketua Forum PKBM Indramayu, memberikan penegasan penting terkait integritas data. Ia mengingatkan seluruh PKBM untuk menghindari memasukkan data warga belajar fiktif karena hal ini merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada urusan hukum. Ia menambahkan bahwa dalam rakor Forum Komunikasi PKBM Jawa Barat, akan dibentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk membantu PKBM dalam menghadapi persoalan hukum yang mungkin terjadi. Namun, ia menekankan tegas bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran berupa pemalsuan data atau memasukkan warga belajar fiktif. Dialog Interaktif dan Isu Residu Data Jadi Sorotan Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan ruang dialog dan tanya jawab yang dibuka pada setiap sesi. Para peserta terlihat aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Isu yang paling banyak diangkat adalah residu data warga belajar yang mengakibatkan terhambatnya penerbitan ijazah. Kondisi ini mendorong para penyelenggara PKBM untuk lebih cermat dalam memasukkan data warga belajar, agar sesuai dengan data kependudukan resmi dan dapat terintegrasi dengan sistem Disdukcapil. Ketepatan data menjadi krusial demi kelancaran layanan administrasi pendidikan. Komitmen Bersama: Lurus, Tanpa Manipulasi Sebagai penutup, kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama yang dipimpin langsung oleh Kabid PNF. Para kepala PKBM sepakat untuk menyelenggarakan pendidikan dengan integritas, tanpa manipulasi data, dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. (Ali Aminulloh) sumber : https://lognews.co.id/component/content/article/121-pendidikan/4691-tegaskan-integritas-dan-regulasi-dinas-pendidikan-indramayu-gelar-pembinaan-kepala-dan-operator-pkbm?Itemid=554
Kunjungan bidang PNF Dinas Pendidikan Indramayu ke PKBM Al Zaytun
Assalamu Alaikum …Merdeka Berikut Kunjungan bidang PNF Dinas Pendidikan Indramayu ke PKBM Al Zaytun Rombongan yang dipimpin oleh Atun Tunirah, M.Pd., selaku Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter (PDPK), didampingi Hery Haryono, S.H., Staf Dinas Pendidikan, Wartiri, S.Pd. Penilik Wilayah Haurgeulis dan Gantar, dan Ketua Forum PKBM Indramayu, Nana Rusmana Wijaya, M.Pd.,Gr., disambut hangat oleh Kepala PKBM Al Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E., bersama jajaran pengurus dan para tutor. Rombongan meninjau langsung ruang-ruang belajar warga paket A, B, dan C. Interaksi yang terjadi memperlihatkan semangat belajar yang tinggi dari para warga belajar. Mereka tampak antusias menyambut kedatangan perwakilan dari dinas, seolah memberi pesan bahwa pendidikan adalah hak semua warga tanpa memandang usia. PKBM Al Zaytun dinilai berhasil menghadirkan pendidikan alternatif yang berkualitas bagi masyarakat. Tak sekadar mengajar, mereka membina, mendampingi, dan membangun karakter warga belajarnya. berikut link youtube Kunjungan bidang PNF Dinas Pendidikan Indramayu ke PKBM Al Zaytun Walhamdullilah Klik ini untuk subscribe channel youtube PKBM Al Zaytun https://www.youtube.com/channel/UCHn5akRG0NN4CqvUyfUWMIA?sub_confirmation=1 https://www.youtube.com/channel/UCHn5akRG0NN4CqvUyfUWMIA?sub_confirmation=1 https://www.youtube.com/channel/UCHn5akRG0NN4CqvUyfUWMIA?sub_confirmation=1 #alzaytun #pkbmalzaytun #alzaytunindramayu #alzaytunpkbm
Peran Serta Tutor PKBM Al Zaytun di Simposium Nasional “Membangun Ekosistem Pendidikan Tidak Terputus Menuju Indonesia Emas 2045”
lognews.co.id, Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Mahad Al-Zaytun menyelenggarakan Simposium Nasional selama tiga hari, mulai 30 April hingga 2 Mei 2025. Simposium ini mengangkat tema besar “Membangun Ekosistem Pendidikan yang Tidak Terputus Menuju Indonesia Emas 2045” dan menghadirkan sejumlah guru besar dari berbagai bidang keilmuan. Simposium diawali dengan pengantar dari Syaykh Al-Zaytun, Dr. Abdussalam R. Panji Gumilang, M.P., yang menegaskan pentingnya kembali kepada nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Beliau mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengimani Pancasila, bukan sekadar menghafal atau membahasnya, tetapi menjadikannya sebagai sikap hidup yang nyata dalam keseharian berbangsa dan bernegara. Pada hari pertama, Prof. Yohanes Surya, M.Si., Ph.D., memaparkan pentingnya penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk mencerdaskan bangsa. Ia menegaskan bahwa matematika adalah fondasi ilmu pengetahuan. “Jika anak-anak kita menguasai matematika dengan baik, maka mereka akan lebih mudah memahami ilmu lainnya,” ujarnya. Dilanjutkan oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo, Guru Besar Ilmu Keislaman, yang menekankan pentingnya membangun moral dan akhlak di samping penguasaan saintek. Ia menyebut bahwa di Al-Zaytun, integrasi antara ilmu dan moral bukan hanya teori, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hari kedua simposium diisi oleh Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd., pakar kebijakan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa konsep ekosistem pendidikan tak terputus sebenarnya telah diterapkan di Al-Zaytun. Menurutnya, jika model ini direplikasi secara nasional, maka pendidikan yang merata bisa terwujud di seluruh nusantara. Kemudian, Prof. Dr. Ciek Julyati Hisam, M.M., M.Si., ahli pendidikan karakter, menyampaikan pentingnya penanaman karakter sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini harus ditangani oleh para ahli, karena nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil akan melekat hingga dewasa. Hari ketiga ditutup dengan pemaparan dari Prof. Dr. Ki Supriyoko, M.Pd., dari Perguruan Taman Siswa Yogyakarta. Ia mengangkat kembali konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang dinilai tetap relevan sepanjang masa, karena mengandung nilai-nilai dasar yang kuat dalam membentuk generasi bangsa. Simposium ini ditutup dengan penegasan dari Syaykh Abdussalam R. Panji Gumilang bahwa untuk membangun ekosistem pendidikan yang menyeluruh dan berkelanjutan, diperlukan revolusi pendidikan. “Revolusi pendidikan itu terletak pada guru. Metode lebih penting daripada materi, namun guru lebih utama dari keduanya,” tegasnya. Oleh karena itu, Mahad Al-Zaytun akan melaksanakan program pendidikan guru berkelanjutan sebagai langkah konkret untuk pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia dan dunia. Acara ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta, termasuk guru, dosen, pengurus yayasan, mahasiswa, pelajar, wali santri, hingga ketua-ketua unit kegiatan kampus seperti unit makanan, kesehatan, keamanan, barbershop, dan lainnya. Tidak ketinggalan para Tutor PKBM Al-Zaytun pun turut hadir — sebanyak 19 tutor — sebagai bentuk nyata dari kesetaraan pendidikan antara jalur formal dan non-formal. Hartono, S.Pd., selaku Koordinator Tutor PKBM, menyampaikan bahwa para tutor sangat antusias mengikuti simposium ini. “Kami ingin membekali diri agar mampu membangun pendidikan kesetaraan yang benar-benar setara dengan pendidikan formal,” katanya. (Ali Aminulloh) sumber : https://www.lognews.co.id/component/content/article/121-pendidikan/4635-peran-serta-tutor-pkbm-al-zaytun-di-simposium-nasional-membangun-ekosistem-pendidikan-tidak-terputus-menuju-indonesia-emas-2046?Itemid=554
Tutor PKBM Al Zaytun berperan aktif dalam Simposium Nasional Al-Zaytun Ekosistem Pendidikan Tak Terputus untuk Indonesia Emas 2045
Indramayu – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025, Mahad Al-Zaytun menyelenggarakan Simposium Nasional selama tiga hari berturut-turut, mulai 30 April hingga 2 Mei 2025. Simposium ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan yang Tidak Terputus Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan menghadirkan sejumlah guru besar dan pakar dari berbagai bidang keilmuan. Syaykh Panji Gumilang: Pancasila Harus Diimani Simposium dibuka oleh Syaykh Al-Zaytun, Dr. Abdussalam R. Panji Gumilang, M.P., yang menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai dasar bangsa, yakni Pancasila. Menurut beliau, Pancasila tidak cukup hanya dihafal atau dibahas, tetapi harus diimani — diyakini dan diwujudkan dalam sikap hidup sehari-hari masyarakat Indonesia. Ilmu dan Akhlak: Dua Sayap Kemajuan Hari pertama simposium menyoroti pentingnya kecerdasan intelektual dan spiritual. Prof. Yohanes Surya, Ph.D., menjelaskan pentingnya penguatan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai fondasi untuk mencetak generasi cerdas dan siap bersaing secara global. Sementara itu, Prof. Dr. Imam Suprayogo menekankan pentingnya moral dan akhlak. “Ilmu tanpa akhlak akan membawa bencana. Di Al-Zaytun, keduanya dibangun bersama, bukan saling meniadakan,” ujarnya. Pendidikan yang Terhubung dari Sabang sampai Merauke Pada hari kedua, Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd., memaparkan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang menyeluruh dan tidak terputus. Ia menyebutkan bahwa konsep ini telah dijalankan di Al-Zaytun, dan jika diterapkan secara nasional, bisa menjadi solusi untuk pemerataan pendidikan dari desa hingga kota, dari barat hingga timur Indonesia. Karakter Anak Bangsa Dimulai Sejak Dini Masih di hari yang sama, Prof. Dr. Ciek Julyati Hisam, M.M., M.Si., menyampaikan bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini. “Anak-anak bukan sekadar belajar membaca atau berhitung, tapi juga harus dibentuk jiwanya, sikapnya, dan integritasnya sejak awal,” tegasnya. Relevansi Pendidikan Ki Hajar Dewantara di Era Modern Hari ketiga menghadirkan Prof. Dr. Ki Supriyoko, M.Pd., dari Perguruan Taman Siswa, Yogyakarta. Ia mengangkat nilai-nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menurutnya tetap relevan hingga saat ini. Konsep “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” dinilai sebagai fondasi kuat dalam mencetak generasi mandiri dan berjiwa kepemimpinan. Revolusi Pendidikan Dimulai dari Guru Sebagai penutup, Syaykh Panji Gumilang kembali menegaskan bahwa revolusi pendidikan harus dimulai dari guru. “Metode itu penting, materi itu perlu, tapi guru adalah kunci utamanya. Maka, kita butuh pendidikan guru yang berkelanjutan untuk menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas,” jelasnya. Tutor PKBM Al-Zaytun Ikut Ambil Peran Simposium ini juga dihadiri oleh 19 tutor dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Al-Zaytun, sebagai wujud kesetaraan antara jalur pendidikan formal dan non-formal. Koordinator Tutor, Hartono, S.Pd., menyampaikan bahwa para tutor sangat antusias mengikuti simposium ini sebagai bekal memperkuat pendidikan kesetaraan. “Kami ingin memastikan bahwa pendidikan non-formal juga berkualitas dan setara dengan jalur formal,” katanya. Lebih dari 3.000 peserta hadir dalam simposium ini, termasuk guru, dosen, mahasiswa, wali santri, hingga pengelola berbagai unit pendukung di lingkungan kampus Al-Zaytun. Simposium ini menjadi ruang penting untuk berdiskusi, menyusun strategi, dan meneguhkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Ali Aminulloh) sumber : https://analisnews.co.id/arsip/358335/tutor-pkbm-al-zaytun-berperan-aktif-dalam-simposium-nasional-al-zaytun-ekosistem-pendidikan-tak-terputus-untuk-indonesia-emas-2045/
Dinas Pendidikan Indramayu Tinjau Langsung Kualitas Pendidikan Nonformal di PKBM Al-Zaytun
Indramayu, 25 April 2025 – Dalam rangka memastikan mutu pendidikan nonformal di wilayah Kabupaten Indramayu, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun pada Jumat (25/4). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian monitoring ke seluruh PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Indramayu, yang telah dimulai sejak 9 April 2025. Kunjungan tersebut dihadiri oleh jajaran penting dari Dinas Pendidikan Indramayu, di antaranya Atun Tunirah, M.Pd. (Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter/PDPK), Hery Haryono, SH., serta staf Wartiri, S.Pd. Turut serta dalam rombongan, Ketua Forum PKBM Kabupaten Indramayu sekaligus pemilik wilayah Haurgeulis-Gantar, Nana Rusmana Wijaya, M.Pd.,Gr. Awalnya, kunjungan ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang PNF Hj. Emilia Kusnandar, S.Pd., M.M. dan Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., namun keduanya berhalangan hadir karena harus mengikuti rapat dinas bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu. Kepala PKBM Al-Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., ME., bersama jajaran pengurus dan para tutor, menyambut hangat rombongan dari dinas. Dalam keterangannya, Atun Tunirah menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penggunaan bantuan pemerintah berjalan sesuai aturan, serta memastikan keberadaan dan keaktifan warga belajar dalam proses pembelajaran. Rombongan melakukan peninjauan langsung ke ruang-ruang belajar dan berinteraksi dengan warga belajar dari program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Antusiasme para warga belajar terlihat dari semangat mereka dalam menunjukkan hasil karya dan kegiatan pembelajaran kepada para tamu. Selain melihat proses belajar-mengajar, tim dari dinas juga meninjau kantor PKBM Al-Zaytun, memeriksa dokumentasi administrasi pendidikan, termasuk tugas modul, lembar jawaban ujian, serta sistem pencatatan hasil belajar warga. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah bantuan yang diberikan pemerintah berdampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan. PKBM Al-Zaytun menunjukkan semangat pengelolaan yang baik dan profesional,” ujar Atun. Kunjungan ini menegaskan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di seluruh pelosok wilayah, sekaligus memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belajar melalui jalur nonformal. (Laporan: Ali Aminulloh) sumber : https://analisnews.co.id/arsip/351400/dinas-pendidikan-indramayu-tinjau-langsung-kualitas-pendidikan-nonformal-di-pkbm-al-zaytun/
Dinas Pendidikan Indramayu Apresiasi Kualitas PKBM Al Zaytun dalam Pendidikan Non Formal
lognews.co.id, Indonesia — Komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan non formal di Kabupaten Indramayu terus ditunjukkan Dinas Pendidikan melalui rangkaian kunjungan kerja ke berbagai PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) kini giliran PKBM Al Zaytun yang menjadi titik kunjungan tim dari Dinas Pendidikan Indramayu. (25/4/2025) Rombongan yang dipimpin oleh Atun Tunirah, M.Pd., selaku Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter (PDPK), didampingi Hery Haryono, S.H., Staf Dinas Pendidikan, Wartiri, S.Pd. Penilik Wilayah Haurgeulis dan Gantar, dan Ketua Forum PKBM Indramayu, Nana Rusmana Wijaya, M.Pd.,Gr., disambut hangat oleh Kepala PKBM Al Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E., bersama jajaran pengurus dan para tutor. Meski Kepala Bidang PNF Hj. Emilia Kusnandar, S.Pd., M.M. dan Kepala Dinas Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si. berhalangan hadir karena agenda rapat bersama Sekda Indramayu, kunjungan berjalan lancar dan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, Atun Tunirah menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan bantuan pemerintah tepat sasaran serta memverifikasi keberadaan dan keaktifan warga belajar di PKBM. “Kami ingin memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan secara nyata, bukan sekadar administratif,” ujarnya. Rombongan meninjau langsung ruang-ruang belajar warga paket A, B, dan C. Interaksi yang terjadi memperlihatkan semangat belajar yang tinggi dari para warga belajar. Mereka tampak antusias menyambut kedatangan perwakilan dari dinas, seolah memberi pesan bahwa pendidikan adalah hak semua warga tanpa memandang usia. Kunjungan ditutup dengan peninjauan ke ruang administrasi, di mana ditampilkan dokumentasi hasil belajar warga, mulai dari tugas modul hingga jawaban ujian. Semua tertata rapi, mencerminkan tata kelola pendidikan yang profesional dan akuntabel. PKBM Al Zaytun dinilai berhasil menghadirkan pendidikan alternatif yang berkualitas bagi masyarakat. Tak sekadar mengajar, mereka membina, mendampingi, dan membangun karakter warga belajarnya. “Ini adalah contoh praktik baik pendidikan non formal yang patut dijadikan inspirasi bagi PKBM lainnya,” ujar Ketua Forum PKBM Indramayu, Nana Rusmana. Melalui kunjungan ini, Dinas Pendidikan Indramayu menegaskan kembali pentingnya peran PKBM dalam menciptakan akses pendidikan merata bagi seluruh masyarakat. Pendidikan bukan hanya milik sekolah formal—ia milik semua yang ingin belajar, tumbuh, dan maju. ( Ali Aminulloh) sumber : https://lognews.co.id/component/content/article/121-pendidikan/4610-dinas-pendidikan-indramayu-apresiasi-kualitas-pkbm-al-zaytun-dalam-pendidikan-non-formal?Itemid=554
PKBM Al-Zaytun Gelar Rapat Koordinasi Panitia UPK
INDRAMAYU – PKBM Al-Zaytun menggelar rapat koordinasi panitia Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) dengan tutor pada hari Jumat, 11 April 2025, bertempat di kantor PKBM Al-Zaytun, Gedung Abu Bakar Al-Zaytun lantai 2. Rapat ini membahas tentang penetapan panitia, penyusunan soal, administrasi UPK, dan teknis penyelenggaraan. Ketua PKBM, Dr. Ali Aminulloh, memberikan arahan kepada peserta rapat bahwa UPK merupakan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian pembelajaran. “UPK sebagai feedback bagi lembaga untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Karenanya, UPK harus diselenggarakan dengan baik,” ujarnya. rapat koordinasi panitia Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Dalam rapat tersebut, peserta juga mengusulkan untuk melakukan sosialisasi kepada warga belajar dan tutor agar terjadi kesetaraan pemahaman. Sosialisasi ini akan dilaksanakan bersamaan dengan acara halal bi halal pada Sabtu, 12 April 2025, bertempat di Gedung Bazaar. Tutor Khoirun, SH, selaku ketua panitia halal bi halal, ditugaskan untuk menyampaikan sosialisasi. Rapat koordinasi diakhiri dengan membangun komitmen bersama untuk menjadikan hasil UPK sebagai refleksi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada warga belajar. Hasil ini diharapkan dapat menjadi wujud ibadah kepada Allah dan dedikasi terhadap bangsa dan negara. (Ali Aminulloh) sumber : https://analisnews.co.id/arsip/336428/pkbm-al-zaytun-gelar-rapat-koordinasi-panitia-upk/#google_vignette