Mari ramaikan twitbon PKBM Al Zaytun dengan tema Dirgahayu Republik Indonesia ke 80 Cara mengisi foto di Twibbon: 1. Klik link twibbon 2. Klik pilih foto (siapkan foto diri yang akan digunakan) 3. Atur foto agar sesuai dengan lingkaran frame foto, foto dapat digeser, diperbesar/ diperkecil dg menggunakan geseran 2 jari 4. Klik selanjutnya 5. Klik unduh 6. Cari hasil unduhan di gallery foto ponsel anda 7. Upload ke medsos anda, dan sertakan (copypaste) link twibbon agar dapat digunakan juga oleh yang lain. 8. Terimakasih untuk partisipasinya Ini link nya : https://twibbo.nz/pkbmaz-hutrike80
Inovasi Pendidikan di Usia Dewasa : Cerdas Cermat PKBM Al-Zaytun Membangun Generasi Berbudaya dan Berdaya Saing
Oleh : Ali Aminulloh pkbmal-zaytun.sch.id – Ketika mendengar frasa “lomba cerdas cermat,” sebagian orang mungkin berpersepsi bahwa kegiatan ini “jadul” dan tak lagi relevan di era modern. Namun, bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun, lomba cerdas cermat yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 ini, justru menjadi upaya inovatif untuk mendorong budaya baca dan semangat belajar di kalangan warga belajar, yang mayoritas berusia di atas 45 tahun. Ini adalah sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana pendidikan dapat dikemas dengan cara yang menyentuh dan bermakna, bahkan di usia yang tidak lagi muda. Pertandingan Cerdas Cermat ini diselenggarakan pada Sabtu, 5 Juli 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Gedung PKBM – Bazar Al Zaytun. Hartono, S.Pd., selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa PKBM Al-Zaytun mengemas acara ini dengan sangat menarik, menggabungkan elemen ilmiah, pengajaran, dan permainan. Materi yang diujikan dibagi menjadi tiga kategori utama: Sejarah Indonesia Populer, Pengetahuan tentang Al-Zaytun dan PKBM, serta Matematika Praktis. Materi Sejarah Indonesia Populer dirancang untuk menumbuhkan pemahaman warga belajar tentang perjalanan panjang bangsa dan menanamkan kecintaan mendalam terhadap tanah air yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata. Ini bukan sekadar hafalan tanggal dan nama, melainkan upaya untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dalam diri setiap peserta. Selanjutnya, materi tentang Al-Zaytun dan PKBM bertujuan untuk memperkuat rasa cinta dan bangga warga belajar terhadap almamater mereka. Dengan menguji pengetahuan seputar lingkungan belajar mereka, PKBM Al-Zaytun berharap dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara peserta dengan institusi yang telah membimbing mereka. Terakhir, materi Matematika Praktis dirancang untuk menguji kemampuan numerik warga belajar dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pertanyaan seputar penjumlahan, pembagian, perkalian, dan perhitungan praktis lainnya diharapkan dapat membiasakan warga belajar untuk hidup dengan perhitungan yang logis dan cermat. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa setiap ilmu yang didapat memiliki relevansi langsung dengan kehidupan mereka. Lomba ini diikuti oleh peserta dari Paket A, B, dan C. Sebanyak satu regu mewakili Paket A, empat regu mewakili Paket B, dan tiga regu mewakili Paket C. Pertandingan dibagi menjadi dua sesi, yaitu babak penyisihan dan babak final. Jalannya pertandingan diawali dengan seleksi di tingkat kelas, hingga terpilihlah finalis yang mewakili setiap level berdasarkan proporsi jumlah kelas. Dari babak penyisihan, muncullah empat grup finalis: satu dari Paket A, dua dari Paket B, dan satu dari Paket C. Lomba cerdas cermat ini diselenggarakan dengan penuh keceriaan. Modelnya yang menyerupai debat calon presiden menambah keseruan suasana. Panitia telah menyiapkan empat paket soal untuk setiap mata uji. Setiap peserta memilih undian terlebih dahulu, sehingga setiap grup bisa mendapatkan paket soal yang berbeda untuk setiap kategori, misalnya Grup A mendapat paket soal 1 untuk sejarah, paket soal 3 untuk Al-Zaytun dan PKBM, dan seterusnya. Soal-soal disajikan dalam bentuk pilihan pertanyaan, serta soal rebutan. Setiap tim menunjukkan antusiasme dan semangat kompetitif yang tinggi, dengan dewan juri dan panitia memastikan jalannya pertandingan berjalan adil dan tertib. Tentu saja, ada banyak momen lucu yang tak terlupakan, terutama mengingat mayoritas peserta adalah “emak-emak” dengan segala keunikannya. Ada yang sudah menekan tombol jawaban, tapi tiba-tiba lupa apa yang ingin diucapkan, seolah ingatannya hilang ditelan bumi, bahkan hampir menitikkan air mata saking gemasnya. Ada pula yang berharap mendapat tambahan nilai, tapi justru skornya dikurangi. Kekeliruan mereka justru menjadi hiburan tersendiri bagi penonton. Itulah “The Power of Emak-emak” yang selalu bisa menghadirkan tawa dalam setiap situasi. Setelah melalui persaingan yang ketat, berikut adalah hasil akhir pertandingan: 1. Juara 1 diraih oleh Kelas B 1 dengan skor 450. 2. Juara 2 diraih oleh Kelas B 4 dengan skor 170. 3. Juara 3 diraih oleh Kelas B 3 dengan skor 160. 4. Juara 4 diraih oleh Kelas A dengan skor 150. Secara keseluruhan, pertandingan cerdas cermat berjalan dengan lancar dan sukses. Epilog: Cerdas Cermat Sebagai Puncak Pendidikan Holistik Lomba cerdas cermat ini, di luar kompetisi dan hadiahnya, mengajarkan pelajaran berharga yang jauh melampaui batas-batas buku. Ia menguji kecerdasan, pemahaman konteks, kekompakan tim, daya saing, dan kepercayaan diri. Semua nilai ini menyatu dalam sebuah bingkai pendidikan yang holistik. PKBM Al-Zaytun, melalui lomba cerdas cermat ini, ingin mengajarkan kepada warga belajarnya bahwa manusia yang berperadaban adalah mereka yang mampu menghargai ilmu pengetahuan, sanggup merebut peluang dengan daya saing tinggi, namun tetap menghargai aturan dan mengakui kelebihan orang lain. Ini adalah tentang menghormati prestasi sesama dan mensyukuri kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, kerja sama tim, serta semangat berkompetisi secara sehat di kalangan peserta. Dengan demikian, setiap warga belajar diharapkan tetap berada dalam koridor moto Al-Zaytun: “Pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi.” Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang paling pintar, melainkan tentang bagaimana setiap individu tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, selaras dengan semangat kemerdekaan yang terus diperjuangkan.
Merajut Masa Depan Pendidikan: PKBM Al Zaytun dalam Pusaran Pembelajaran Mendalam
Oleh Ali Aminulloh (Kepala PKBM Al Zaytun) Gerbang Transformasi: PKBM Al Zaytun Terpilih dalam Misi Pembelajaran Mendalam pkbmal-zaytun.sch.id – Langkah maju dalam dunia pendidikan kembali diukir oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Zaytun. Sebuah kehormatan besar datang menghampiri, manakala PKBM Al Zaytun menerima undangan istimewa untuk mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam. Undangan ini bukan tanpa alasan, mengingat PKBM Al Zaytun merupakan salah satu dari 13 PKBM terpilih yang mendapatkan bantuan operasional kinerja, sebuah pengakuan atas dedikasi dan potensi mereka dalam memajukan pendidikan. Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini hadir sebagai jawaban atas tuntutan transformasi pendidikan di Indonesia. Sebuah paradigma baru yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, melainkan juga pada pengembangan karakter, kompetensi, dan keterampilan abad ke-21. Pendekatan ini mendorong murid untuk berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, serta mampu merefleksikan proses belajarnya secara aktif. PKBM Al Zaytun, dengan semangatnya yang tak pernah padam, menyambut baik kesempatan ini sebagai gerbang untuk melahirkan generasi pembelajar yang lebih tangguh dan adaptif. Lima Hari Menggali Ilmu: Perjalanan Inspiratif di UPTD SDN I Pandean Perjalanan lima hari yang penuh inspirasi dimulai pada 23 Juli 2025, bertempat di UPTD SDN I Pandean, Kabupaten Indramayu. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Dr. H. Caridin, M.M., dan Kabid Ibu Wati Rosanah, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian integral dari transformasi pendidikan. Para kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan, termasuk perwakilan dari PKBM Al Zaytun, hadir dengan antusiasme tinggi. Hari demi hari, para peserta diajak menyelami berbagai modul yang dirancang untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan. Modul pertama, “Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)”, membuka cakrawala baru tentang pentingnya motivasi dan daya juang. Dilanjutkan dengan “Konsep Dasar dan Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam” yang menekankan eksplorasi aktif, pertanyaan sebagai dasar belajar, dan pembelajaran kontekstual. Modul ketiga berfokus pada “Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan dengan Pembelajaran Mendalam”, memastikan setiap langkah sejalan dengan nilai-nilai inti. Modul keempat membahas “Kepemimpinan dan Pengelolaan Praktik Pedagogis, Kemitraan Pembelajaran, Penciptaan Lingkungan Belajar, dan Pemanfaatan Digital”, mempersiapkan pemimpin pembelajaran di era modern. Puncaknya, Modul kelima, “Penyusunan Rancangan dan Implementasi Inkuiri Kolaboratif secara Terstruktur”, membekali peserta dengan kemampuan merancang pembelajaran inovatif yang berpusat pada murid. Setiap modul dikerjakan secara berkelompok, memicu diskusi aktif, presentasi, dan pertukaran pengalaman yang berharga. Suasana kolaboratif dan interaktif senantiasa mewarnai setiap sesi, diselingi ice breaking yang menyegarkan. Dari Teori Menuju Aksi: Komitmen PKBM Al Zaytun untuk Pendidikan Bermakna Pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah proses transformasi yang mendalam. Para peserta dibekali dengan kompetensi dan strategi pembelajaran yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menyusun rancangan dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif secara terstruktur. Setiap hasil kerja dan jawaban peserta didokumentasikan melalui akun masing-masing, menjadi bukti konkret dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Pada hari terakhir, 27 Juli 2025, pelatihan ditutup secara resmi dengan ucapan terima kasih dan apresiasi dari fasilitator. Momen foto bersama per kelompok menjadi penanda kebersamaan, semangat kolaborasi, dan komitmen bersama dalam menerapkan pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing. Pelatihan ini berjalan lancar dan penuh makna, meninggalkan semangat baru untuk transformasi pembelajaran yang lebih bermakna. PKBM Al Zaytun, dengan bekal ilmu dan semangat yang baru, siap menjadi agen perubahan, menciptakan proses belajar yang memberdayakan murid melalui eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi, serta membentuk lingkungan belajar yang bermakna dan berpusat pada murid. Epilog: Cahaya Harapan di Setiap Langkah Pembelajaran Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini adalah lebih dari sekadar program; ia adalah benih harapan yang ditaburkan di ladang pendidikan. Setiap diskusi, setiap gagasan yang lahir, setiap komitmen yang terucap, adalah untaian doa untuk masa depan anak bangsa yang lebih cerah. Dari Indramayu, melalui tangan-tangan para pendidik di PKBM Al Zaytun, cahaya transformasi ini akan menyebar, menerangi setiap sudut kelas, dan menghangatkan setiap jiwa pembelajar. Mari kita renungkan, bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang mengisi wadah, melainkan menyalakan api. Api semangat belajar, api rasa ingin tahu, dan api keberanian untuk berinovasi. Semoga setiap guru dan kepala sekolah yang telah berpartisipasi menjadi lentera yang tak pernah padam, membimbing anak-anak kita menemukan potensi terbaik mereka. Dengan demikian, setiap langkah pembelajaran akan menjadi perjalanan penuh makna, mengukir jejak kebaikan, dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman. Inilah simfoni pendidikan yang kita impikan, terangkai dari harmoni kolaborasi dan dedikasi tanpa batas. sumber : https://lognews.co.id/component/content/article/9-artikel/5500-merajut-masa-depan-pendidikan-pkbm-al-zaytun-dalam-pusaran-pembelajaran-mendalam?Itemid=554
Menjaga Tradisi, Mengukir Inovasi: Penerimaan Peserta Didik Baru di Ma’had Al-Zaytun
(Seri mengenal tradisi-tradisi di Al Zaytun) Oleh Ali Aminulloh 1. Ketika Nomenklatur Berganti, Al-Zaytun Tetap Konsisten pkbmal-zaytun.sch.id – Di tengah hiruk pikuk perubahan sistem pendidikan nasional yang kerap kali ditandai oleh perubahan istilah dan kebijakan, Mahad Al-Zaytun tetap tenang menapaki jalannya sendiri. Dari tanggal 18 hingga 25 Juni 2025, institusi pendidikan ini melaksanakan agenda tahunan: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang PAUD, MI, dan MTs. Sementara publik disuguhkan dengan istilah baru “SPMB” (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang digunakan oleh Kementerian Pendidikan tahun ini, menggantikan istilah lama PPDB. Padahal istilah SPMB telah digunakan tahun 2001 -2008 tapi dengan kepanjangan yang berbeda yaitu Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru. Sedangkan Al-Zaytun sejak awal berdiri memilih untuk tetap menggunakan istilah PPDB dengan konsisten. Keputusan ini bukan sekadar soal mempertahankan nama, tetapi mencerminkan prinsip kestabilan dan kontinuitas dalam pengelolaan pendidikan. Konsistensi ini bukan stagnasi. Dalam praktiknya, Mahad Al-Zaytun terus menyempurnakan mekanisme penerimaan. Inovasi yang muncul pada masa pandemi covid 19 menjadi tonggak perubahan signifikan. Ketika sebagian besar lembaga pendidikan ragu membuka sekolah, Al-Zaytun tetap melangkah dengan percaya diri—menerima peserta didik baru secara offline dan menjalankan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. 2. Efisiensi yang Teruji, Sistematis, dan Ramah terhadap Wali Santri Adaptasi sistem penerimaan di masa pandemi justru menjadi fondasi efisiensi yang kini terus dilestarikan. Sebelumnya, proses PPDB bisa memakan waktu hingga lima hari. Kini, hasil seleksi langsung disampaikan pada hari yang sama oleh pewawancara. Dalam satu hari, wali santri bisa menyelesaikan seluruh proses, dari administrasi hingga hasil kelulusan. Efisiensi waktu dan biaya ini menjadi bentuk nyata dari komitmen Al-Zaytun terhadap pelayanan yang manusiawi dan solutif. Proses PPDB dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pendaftaran secara daring melalui website Al Zaytun dan pembayaran biaya administrasi. Jadwal kedatangan peserta disusun berdasarkan wilayah asal untuk memastikan kelancaran dan menghindari kepadatan. Setiap pagi, briefing dilakukan di Pendopo oleh ketua panitia, memberikan arahan teknis dan evaluasi berkala bagi seluruh petugas. Pesan khusus dari Syaykh dan Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) juga disampaikan kepada para penguji, memperkuat semangat dan orientasi pelayanan. Setibanya di lokasi, calon santri dan wali memulai dari meja administrasi. Di sana, berkas-berkas diverifikasi—mulai dari formulir, akta lahir, KK, KTP orang tua, hingga rapor dan surat pindah bagi santri MI. Setelah administrasi lengkap, calon santri menjalani tes kesehatan menyeluruh, termasuk rontgen toraks, tes Mantoux (untuk santri MI), tes urine, hingga pemeriksaan psikologi dan buta warna. Hasilnya menjadi dasar diterbitkannya surat sehat sebagai syarat melanjutkan tahapan berikutnya. 3. Wawancara, Akademik, dan Tradisi yang Membangun Karakter Tahap wawancara menjadi momen penting yang bukan sekadar menggali informasi, tetapi juga membangun hubungan awal antara Mahad dan keluarga calon santri. Wawancara dilakukan oleh dua pewawancara—eksponen yayasan/guru senior dan guru terhafap calon santri serta kedua orang tuanya. Bila salah satunya tidak hadir wajib membuat surat kuasa atau peraetujuan menyekolahkan anaknya di Al Zaytun. Apabila kedua orang tua berhalangan hadir, mereka wajib mengirimkan surat kuasa kerabatnya atau koordinator walibsantri yang mendampinginya. Keterlibatan keluarga dalam tahap ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendidik generasi. Pertanyaan wawancara mencakup alasan memilih Al-Zaytun, riwayat dan potensi anak, serta kesiapan mengikuti tata tertib Mahad. Wawancara santri menyoroti motivasi belajar, kebiasaan, hobi, hingga mendrteksi apakah pernah merokok. Ini sebuah proses penelusuran karakter yang mendalam. Setelah itu, calon santri mengikuti tes qiraah dan tahfidz Juz Amma (untuk MTs), serta tes akademik. Lalu, wali santri menandatangani surat kesiapan mengikuti aturan Mahad dan akad kesepahaman dengan yayasan, disusul dengan pembayaran biaya pendidikan. Terakhir, santri diantar orang tuanya hingga ke bus jemputan menuju asrama—momen simbolik yang menandai awal perjalanan spiritual dan intelektual mereka. Semua tahapan ini diselesaikan sebelum pukul 17.00 WIB, menunjukkan betapa tertib dan sistematisnya proses penerimaan di Mahad Al-Zaytun. Lebih dari sekadar kegiatan administrasi, PPDB di Al-Zaytun telah menjadi tradisi pendidikan yang membentuk watak, disiplin, dan kedekatan emosional antara lembaga dan wali santri. Epilog: Konsistensi dalam Arus Perubahan Dalam arus deras perubahan nomenklatur dan kebijakan pendidikan nasional, Mahad Al-Zaytun berdiri tegak sebagai contoh konsistensi adaptif. Ia bukan hanya mempertahankan nama PPDB, tapi membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu berarti perubahan istilah. Substansi lebih utama dari simbol. Dengan mengedepankan sistem yang efisien, transparan, dan menyeluruh, Al-Zaytun menghadirkan proses penerimaan yang ramah, terstruktur, dan penuh makna. Ini bukan hanya soal menerima siswa baru, tetapi membangun pondasi awal bagi tumbuhnya insan-insan berkarakter dalam suasana yang tenang, teratur, dan berorientasi pada masa depan. Al-Zaytun membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya bisa berlangsung di tengah krisis, tapi juga bisa berkembang melalui krisis. Dalam labirin sistem pendidikan yang berubah-ubah, Al-Zaytun adalah peta yang menunjukkan jalan keluar: jalan konsistensi, integritas, dan inovasi yang bermakna.
Harmoni Nusantara: Melestarikan Seni Karawitan sebagai Pilar Pendidikan dan Toleransi di Mahad Al Zaytun
(Seri mengenal tradisi-tradisi Al Zaytun) Oleh Ali Aminulloh pkbmal-zaytun.sch.id – Kekayaan budaya Indonesia tak terhingga, salah satunya terwujud dalam kesenian daerah. Dari sekian banyak warisan adiluhung, karawitan menempati posisi istimewa. Seni musik Jawa ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah cerminan sejarah, filosofi, dan pembentuk karakter bangsa. Lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam melestarikan budaya ini, dan Mahad Al Zaytun telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam upaya tersebut. Jejak Sejarah Karawitan: Dari Keraton hingga Pembentuk Karakter Bangsa Karawitan memiliki sejarah yang sangat panjang, diperkirakan telah ada sejak abad ke-8 Masehi. Perkembangannya tak bisa dilepaskan dari lingkungan keraton, serta pengaruh kuat dari ajaran Hindu-Buddha dan Islam. Pada masa kerajaan-kerajaan kuno, sekitar abad ke-8 hingga ke-10 M, karawitan sudah berkembang pesat. Puncaknya, di era Kerajaan Majapahit (abad ke-13 hingga ke-15 M), karawitan bahkan menjadi simbol kekuasaan dan kebudayaan. Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa karawitan adalah budaya asli Indonesia yang telah banyak berkiprah dalam pembentukan karakter masyarakat. Melestarikan seni ini bukan hanya tentang mempertahankan akar budaya, tetapi juga tentang membentuk karakter bangsa yang luhur. Karawitan mengajarkan harmoni, kelembutan, kesederhanaan, dan keselarasan dengan alam – nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, sudah selayaknya budaya ini terus dipelihara dan dipertahankan. Dedikasi Al Zaytun dalam Pengembangan Karawitan Mahad Al Zaytun, sejak awal berdirinya, telah mengambil peran aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya karawitan. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan pendidikan Al Zaytun, yaitu mendidik siswa agar berkesenian yang memadai. Komitmen ini diwujudkan melalui program latihan karawitan yang sangat terstruktur dan intensif. Menurut Hartono, S.Pd., penanggung jawab Seni Karawitan, latihan diikuti oleh berbagai kalangan: pelajar, mahasiswa, guru, warga belajar PKBM, dan karyawan, dengan jadwal yang disesuaikan. Santri tingkat MI berlatih seminggu sekali pada Selasa pagi sebagai bagian dari kurikulum formal di luar kelas. Untuk santri MTs, pelatihan dilaksanakan setiap hari mulai pukul 14.30 hingga 16.00. Santri Aliyah berlatih setiap hari pukul 18.30 hingga 19.30, sementara mahasiswa berlatih dua kali seminggu, pada Selasa dan Rabu pukul 14.30 hingga 16.00, bersamaan dengan santri MTs. Warga belajar PKBM Al Zaytun berlatih sepekan sekali, setiap hari Sabtu sore. Bahkan, karyawan dan guru pun turut berlatih setiap hari pukul 16.00 hingga 17.00. Seni karawitan di Al Zaytun tidak hanya untuk latihan, tetapi juga ditampilkan dalam berbagai momen penting. Pertunjukan karawitan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan atau festival seni budaya maupun event-event penting lainnya. Tak jarang pula, seni karawitan ini tampil memukau dalam acara hajatan pernikahan, membawa nuansa tradisional yang kental. Sentuhan Syaykh Al Zaytun: Karawitan sebagai Media Pendidikan Perhatian Syaykh Al Zaytun terhadap seni karawitan ini sangat besar. Hartono menjelaskan, Syaykh bahkan telah menciptakan beberapa lagu yang diiringi karawitan. Pada tahun 2010, beliau mengarang tiga lagu: “Nowo Muspro,” “Ta’awudzain,” dan “Kaweruh Utomo.” Lagu “Nowo Muspro” mengisahkan sembilan hal yang menyebabkan kerusakan beserta solusinya, merujuk pada tafsir Quran Surat At-Taubah ayat 24. “Ta’awudzain” menjabarkan Quran Surat Al-Falaq dan An-Nas, sementara “Kaweruh Utomo” menguraikan kitab Aqidatul Awam. Tak berhenti di situ, pada tahun 2011, Syaykh Al Zaytun mengurai Surat Al-Baqarah ayat 163 dan Al-Fath ayat 29 dalam pesan lagu karawitan menggunakan cengkok Gambuh, menunjukkan kedalaman pemahaman beliau akan perpaduan seni dan agama. Saat pandemi, beliau kembali menciptakan dua lagu: “Dzikir Topo Broto” yang berisi ketauhidan tingkat tinggi(la ilaha illallah al malikul al-haqqu al-mubin. Muhammadun rasulullah shadiqu al wali al amin) dan bahkan mengubah lirik lagu “Tombo Ati” dengan nada yang berbeda. Untuk memastikan keseriusan dan kualitas latihan, Syaykh Al Zaytun langsung mengontrol proses latihan secara rutin. Awalnya, latihan dilaksanakan di Masyikah, kediaman Syaykh, dan kini beralih ke lantai 2 Masjid Rahmatan Lil Alamin, menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan. Karawitan di Mahad Al Zaytun bukan sekadar seni, melainkan sarana mewujudkan visi besar. Lebih dari sekadar nada dan irama, karawitan menjadi jembatan untuk mengimplementasikan Al Zaytun sebagai pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian, yang pada akhirnya akan mengantarkan masyarakat menuju kehidupan yang sehat, cerdas, dan manusiawi. Melalui setiap alunan gamelan, setiap nada yang mengalir, Al Zaytun tak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menanamkan benih-benih kebaikan, harmoni, dan kemanusiaan. Dan ketika suara gamelan itu menggema, membelah keheningan senja di Mahad Al Zaytun, bukan hanya melodi yang terdengar. Ada bisikan jiwa-jiwa yang menyatu dalam keindahan, ada janji untuk terus merawat peradaban, dan ada harapan akan masa depan yang lebih damai, seindah alunan karawitan yang tak lekang oleh waktu. Ini adalah persembahan dari Al Zaytun: harmoni dalam nada, harmoni dalam kehidupan. sumber : https://lognews.co.id/component/content/article/9-artikel/5206-harmoni-nusantara-melestarikan-seni-karawitan-sebagai-pilar-pendidikan-dan-toleransi-di-mahad-al-zaytun?Itemid=554
Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket A mengucapkan selamat ulang tahun YAB Syaykh Al Zaytun ke 79
Salamun ‘alaikum Merdeka Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket A mengucapkan Selamat ulang tahun kepada YAB Syaykh Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.sos., M.P. ke 79 Kami berdoa kiranya Allah SWA melimpahkan kesehatan yang paripurna kepada beliau panjang umur dan rizki yang berkah melimpah Walhamdullilah berikut youtube video Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket A mengucapkan selamat ulang tahun YAB Syaykh Al Zaytun ke 79 #alzaytun #pkbmalzaytun #alzaytunindramayu #alzaytunpkbm #kejarpaket #kejarpaketA
Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket B mengucapkan selamat ulang tahun YAB Syaykh Al Zaytun ke 79
Salamun ‘alaikum Merdeka Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket B mengucapkan Selamat ulang tahun kepada YAB Syaykh Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.sos., M.P. ke 79 Kami berdoa kiranya Allah SWA melimpahkan kesehatan yang paripurna kepada beliau panjang umur dan rizki yang berkah melimpah Walhamdullilah berikut youtube video Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket B mengucapkan selamat ulang tahun YAB Syaykh Al Zaytun ke 79 #alzaytun #pkbmalzaytun #alzaytunindramayu #alzaytunpkbm #kejarpaket #kejarpaketB
Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket C mengucapkan selamat ulang tahun Syaykh Al Zaytun ke 79
Salamun ‘alaikum Merdeka Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket C mengucapkan Selamat ulang tahun kepada YAB Syaykh Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.sos., M.P. ke 79 Kami berdoa kiranya Allah SWA melimpahkan kesehatan yang paripurna kepada beliau panjang umur dan rizki yang berkah melimpah Walhamdullilah berikut youtube video Keluarga besar PKBM Al Zaytun Paket C mengucapkan selamat ulang tahun YAB Syaykh Al Zaytun ke 79 #alzaytun #pkbmalzaytun #alzaytunindramayu #alzaytunpkbm #kejarpaket #kejarpaketC
Keluarga besar PKBM Al Zaytun mengucapkan selamat ulang tahun YAB Syaykh Al Zaytun ke 79
Salamun ‘alaikum Merdeka Keluarga besar PKBM Al Zaytun mengucapkan Selamat ulang tahun kepada YAB Syaykh Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.sos., M.P. ke 79 Kami berdoa kiranya Allah SWA melimpahkan kesehatan yang paripurna kepada beliau panjang umur dan rizki yang berkah melimpah Walhamdullilah berikut youtube video Keluarga besar PKBM Al Zaytun mengucapkan selamat ulang tahun Syaykh Al Zaytun ke 79 #alzaytun #pkbmalzaytun #alzaytunindramayu #alzaytunpkbm
Mari ramaikan Twibbon Milad Syaykh Al Zaytun ke 79
Mari ramaikan Twibbon Milad Syaykh Al Zaytun sempena ulang tahun ke 79 dengan cara memakai twibbon ini dan sebarkan di semua sosial media para sahabat. Cara mengisi foto di Twibbon: 1. Klik link twibbon 2. Klik pilih foto (siapkan foto diri yang akan digunakan) 3. Atur foto agar sesuai dengan lingkaran frame foto, foto dapat digeser, diperbesar/ diperkecil dg menggunakan geseran 2 jari 4. Klik selanjutnya 5. Klik unduh 6. Cari hasil unduhan di gallery foto ponsel anda 7. Upload ke medsos anda, dan sertakan (copypaste) link twibbon agar dapat digunakan juga oleh yang lain. 8. Terimakasih untuk partisipasinya berikut link Twibbon nya : https://twibbo.nz/pkbmaz-miladsyaykhalzaytun2025